A. Sejarah Singkat Playfair
Algoritma ini sempat ditolak oleh Kantor Luar Negeri Inggris karena dirasa terlalu rumit untuk digunakan, tetapi Wheatstone menampiknya dan memberitahukan jika saat dia mengajarkan kepada anak laki-laki di sebuah sekolah, 3 dari 4 anak mampu memahaminya dalam waktu 15 menit saja.
Sandi ini digunakan sebagai komunikasi taktik oleh British Force pada Perang Boer II dan Perang Dunia I yang sukses digunakan, serta saat menghadapi Jerman dan Australia di Perang Dunia ke II, karena Sandi Playfair cukup cepat digunakan dan tidak membutuhkan banyak waktu pengerjaan serta peralatan khusus semisal Enigma milik Jerman atau Purple milik Jepang.
Sandi ini digunakan sebagai komunikasi taktik oleh British Force pada Perang Boer II dan Perang Dunia I yang sukses digunakan, serta saat menghadapi Jerman dan Australia di Perang Dunia ke II, karena Sandi Playfair cukup cepat digunakan dan tidak membutuhkan banyak waktu pengerjaan serta peralatan khusus semisal Enigma milik Jerman atau Purple milik Jepang.
B. Substitusi Playfair
Playfair menggunakan 676 diagraf, sistem ini menggunakan matrik 5x5 (dengan masukan terdiri dari 25 karakter dan membauang J dalam alfabet). Jumlah kunci kemungkinan: 25!=15.511.210.043.330.985.984.000.000. Langkah-langkah algoritma enkripsi/dekripsi :
- Teks-asli atau teks-kode terlebih dahulu dibagi menjadi 2 huruf setiap bagiannya dan dengan menghilangkan huruf “J”, dan bila dalam pembagiannya terdapat yang ganjil tambahkan huruf “Z” atau sesuai kesepakatan
- Jika terdapat huruf kembar, maka sisipkan karakter “Z” di antara karakter tersebut atau sesuai kesepakatan
- Jika teks-asli atau teks-kode terdapat pada kolom kunci yang sama, maka enkripsi/dekripsi dilakukan dengan menggeser huruf ke bawah/atas
- Jika teks-asli atau teks-kode terdapat pada baris kunci yang sama, maka enkripsi/dekripsi dilakukan dengan menggeser huruf ke kanan/kiri
- Jika teks-asli atau teks-kode tidak terletak pada satu baris/kolom, maka enkripsi/dekripsi dilakukan secara vertikal dengan membentuk segiempat
C. Contoh Playfair Chiper
Plaintext : ALDYZK PERGI KE KAMPUSKey : ANAK HILANG
Maka key yang digunakan adalah ANKHILG
Dengan matriks:
| A | N | K | H | I |
| L | G | B | C | D |
| E | F | M | O | P |
| Q | R | S | T | U |
| V | W | X | Y | Z |
| A | N | K | H | I | A |
| L | G | B | C | D | L |
| E | F | M | O | P | E |
| Q | R | S | T | U | Q |
| V | W | X | Y | Z | V |
| A | N | K | H | I |
| Plaintext | AL | DY | ZK | PE | RG | IK | EK | AM | PU | SZ |
| Chipertext | LE | CZ | XI | EF | WF | AH | MA | KE | UZ | UX |
Maka ALDYZK PERGI KE KAMPUS Menjadi LECZXIEFWFAHMAKEUZUX
E. Kesimpulan
- Karena terdapat 26 huruf abjad (A-Z), maka terdapat 26 kali 26 = 677 bigram, sehingga identifikasi bigram individual menjadi lebih sulit.
- Sayangnya ukuran poligram di dalam Playfair cipher tidak cukup besar, hanya dua huruf sehingga Playfair cipher tidak aman.
- Walaupun Playfair susah dipecahkan menggunakan analisis frekuensi relatif huruf, namun Playfair Cipher bisa dipecahkan (ditembus) dengan analisis frekuensi pada pasangan huruf.
- Dengan memakai frekuensi tabel / tabel kemunculan pasangan huruf dalam Bahasa Inggris dan cipherteks yang banyak, Playfair bisa dipecahkan.
- Karena pada Bahasa Inggris kita dapat mendapatkan frekuensi kemunculan pasangan huruf, contohnya pasangan huruf HE dan TH yang merupakan pasangan huruf yang paling sering muncul (Sering muncul dalam Bahasa Inggris).
Demikian Pembahasan mengenai Algoritma Kriptografi PlayFair, sampai jumpa di postingan selanjutnya.
Comments
Post a Comment