Skip to main content

Algoritma Playfair Chiper

A. Sejarah Singkat Playfair

Algoritma ini sempat ditolak oleh Kantor Luar Negeri Inggris karena dirasa terlalu rumit untuk digunakan, tetapi Wheatstone menampiknya dan memberitahukan jika saat dia mengajarkan kepada anak laki-laki di sebuah sekolah, 3 dari 4 anak mampu memahaminya dalam waktu 15 menit saja.
Sandi ini digunakan sebagai komunikasi taktik oleh British Force pada Perang Boer II dan Perang Dunia I yang sukses digunakan, serta saat menghadapi Jerman dan Australia di Perang Dunia ke II, karena Sandi Playfair cukup cepat digunakan dan tidak membutuhkan banyak waktu pengerjaan serta peralatan khusus semisal Enigma milik Jerman atau Purple milik Jepang.
Tetapi mulai berhenti digunakan karena saat selanjutnya para Code Breaker dari negara lain bisa memecahkan rahasia pesan tersebut, akan sangat berbahaya karena sama saja pihak musuh akan mengetahui strategi apa yang digunakan negara yang bersangkutan. Solusi pemecahan The Playfair Cipher pertama kali diterbitkan oleh Letnan Joseph O. Mauborgne dalam pamflet berisi 19 halaman pada tahun 1914. Sandi Playfair tidak lagi digunakan oleh pasukan militer karena munculnya perangkat enkripsi digital. Playfair kini dianggap sebagai cipher yang tidak aman untuk tujuan apapun, karena komputer modern bisa dengan mudah mematahkan Cipher ini dalam hitungan detik.

B. Substitusi Playfair

Playfair menggunakan 676 diagraf, sistem ini menggunakan matrik 5x5 (dengan masukan terdiri dari 25 karakter dan membauang J dalam alfabet). Jumlah kunci kemungkinan: 25!=15.511.210.043.330.985.984.000.000. Langkah-langkah algoritma enkripsi/dekripsi :
  1. Teks-asli atau teks-kode terlebih dahulu dibagi menjadi 2 huruf setiap bagiannya dan dengan menghilangkan huruf “J”, dan bila dalam pembagiannya terdapat yang ganjil tambahkan huruf “Z” atau sesuai kesepakatan
  2. Jika terdapat huruf kembar, maka sisipkan karakter “Z” di antara karakter tersebut atau sesuai kesepakatan
  3. Jika teks-asli atau teks-kode terdapat pada kolom kunci yang sama, maka enkripsi/dekripsi dilakukan dengan menggeser huruf ke bawah/atas
  4. Jika teks-asli atau teks-kode terdapat pada baris kunci yang sama, maka enkripsi/dekripsi dilakukan dengan menggeser huruf ke kanan/kiri
  5. Jika teks-asli atau teks-kode tidak terletak pada satu baris/kolom, maka enkripsi/dekripsi dilakukan secara vertikal dengan membentuk segiempat

C. Contoh Playfair Chiper

Plaintext : ALDYZK PERGI KE KAMPUS
Key : ANAK HILANG
Maka key yang digunakan adalah ANKHILG
Dengan matriks:
Kunci ditambah huruf alpabet
A N K H I
L G B C D
E F M O P
Q R S T U
V W X Y Z
Kunci Dilebarkan
A N K H I A
L G B C D L
E F M O P E
Q R S T U Q
V W X Y Z V
A N K H I
Hasil
Plaintext AL DY ZK PE RG IK EK AM PU SZ
Chipertext LE CZ XI EF WF AH MA KE UZ UX
Maka ALDYZK PERGI KE KAMPUS Menjadi LECZXIEFWFAHMAKEUZUX

E. Kesimpulan

  1. Karena terdapat 26 huruf abjad (A-Z), maka terdapat 26 kali 26 = 677 bigram, sehingga identifikasi bigram individual menjadi lebih sulit.
  2. Sayangnya ukuran poligram di dalam Playfair cipher tidak cukup besar, hanya dua huruf sehingga Playfair cipher tidak aman.
  3. Walaupun Playfair susah dipecahkan menggunakan analisis frekuensi relatif huruf, namun Playfair Cipher bisa dipecahkan (ditembus) dengan analisis frekuensi pada pasangan huruf.
  4. Dengan memakai frekuensi tabel / tabel kemunculan pasangan huruf dalam Bahasa Inggris dan cipherteks yang banyak, Playfair bisa dipecahkan.
  5. Karena pada Bahasa Inggris kita dapat mendapatkan frekuensi kemunculan pasangan huruf, contohnya pasangan huruf HE dan TH yang merupakan pasangan huruf yang paling sering muncul (Sering muncul dalam Bahasa Inggris).
Demikian Pembahasan mengenai Algoritma Kriptografi PlayFair, sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Algoritma Ceasar Chiper

Sejarah Caesar Chiper Caesar Cipher merupakan salah satu algoritma cipher tertua dan paling diketahui dalam perkembangan ilmu kriptografi.

Metode Grafik

Dalam menyelesaikan sistem persamaan linear terdapat beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya metode grafik. Metode grafik digunakan untuk penyelesaian PL apabila variabel keputusan terdiri dari 2 variabel objektif X1 dan X2 .