Skip to main content

Algoritma Ceasar Chiper

Sejarah Caesar Chiper

Caesar Cipher merupakan salah satu algoritma cipher tertua dan paling diketahui dalam perkembangan ilmu kriptografi.
Caesar cipher merupakan salah satu jenis cipher substitusi yang membentuk cipher dengan cara melakukan penukaran karakter pada plainteks menjadi tepat satu karakter pada chiperteks. Teknik seperti ini disebut juga sebagai chiper abjad tunggal. Sandi ini termasuk sandi substitusi dimana setiap huruf pada teks terang (plaintext) digantikan oleh huruf lain yang memiliki selisih posisi tertentu dalam alfabet.


Nama Caesar diambil dari Julius Caesar, jenderal, konsul, dan diktator Romawi yang menggunakan sandi ini untuk berkomunikasi dengan para panglimanya. Menurut buku Suetonius Kehidupan Duabelas Caesar, menggunakan sandi ini dengan geseran tiga, untuk mengirim pesan yang mengandung rahasia atau taktik militer. Keponakan Caesar, Augustus juga menggunakan skema sandi Caesar, namun dengan geseran satu ke kanan, dengan sedikit perbedaan.
Masih belum diketahui seberapa efektif sandi Caesar pada waktu itu, namun kemungkinan besar sandi tersebut cukup aman, karena amat sedikit dari musuh Caesar yang dapat membaca, apalagi yang dapat memecahkan sandi. Tidak ada catatan mengenai ditemukannya solusi untuk memecahkan sandi Caesar pada zaman itu. Catatan tertua mengenai pemecahan sandi substitusi monoalfabetik seperti sandi Caesar adalah pada abad ke-9, oleh kebudayaan Arab Muslim yang menemukan analisis frekuensi.
  1. Penggunaan/Enkripsi
    Algoritma kriptografi Caesar Cipher sangat mudah untuk digunakan. Inti dari algoritma kriptografi ini adalah melakukan pergeseran terhadap semua karakter pada plainteks dengan nilai pergeseran yang sama. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk membentuk chiperteks dengan Caesar Cipher adalah :
    • Menentukan besarnya pergeseran karakter yang digunakan dalam membentuk cipherteks ke plainteks.
    • Menukarkan karakter pada plainteks menjadi cipherteks dengan berdasarkan pada pergeseran yang telah ditentukan sebelumnya.
    Berikut adalah contoh penggunaan Caesar Cipher dengan besar pergeseran sebesar 5 karakter. Dengan nilai pergeseran tersebut, didapat tabel pergeseran nilai Caesar Cipher sebagai berikut :

    PI A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
    CI F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E

    Langkah enkripsi oleh sandi Caesar sering dijadikan bagian dari penyandian yang lebih rumit, seperti sandi Vigenère, dan masih memiliki aplikasi modern pada sistem ROT13. Pada saat ini, seperti halnya sandi substitusi alfabet tunggal lainnya, sandi Caesar dapat dengan mudah dipecahkan dan praktis tidak memberikan kerahasiaan bagi pemakainya. Proses penyandian (enkripsi) dapat secara matematis menggunakan operasi modulus dengan mengubah huruf-huruf menjadi angka, A = 0, B = 1,..., Z = 25. Sandi (En) dari "huruf" x dengan geseran n secara matematis dituliskan dengan :


    Sedangkan pada proses pemecahan kode (dekripsi), hasil dekripsi (Dn) adalah :


    Setiap huruf yang sama digantikan oleh huruf yang sama di sepanjang pesan, sehingga sandi Caesar digolongkan kepada, substitusi monoalfabetik, yang berlawanan dengan substitusi polialfabetik.
  2. Memecahkan/Dekripsi
  3. Sandi Caesar dapat dipecahkan bahkan jika seseorang hanya memiliki teks tersandi tanpa mengetahui nilai geserannya, ataupun bahwa sandi Caesar telah digunakan. Jika pihak pemecah sandi hanya mengetahui bahwa digunakan substitusi monoalfabetik dalam suatu sandi, sandi tersebut dipecahkan dengan cara analisis frekuensi. Setiap bahasa memiliki huruf yang sering digunakan atau jarang digunakan. Misalnya huruf a sering sekali digunakan dalam bahasa Indonesia, dan q atau x jarang sekali muncul. Setiap bahasa memiliki pola frekuensi tertentu, yang menunjukkan frekuensi relatif dari digunakannya huruf-huruf dalam bahasa tersebut. Pola frekuensi huruf dalam bahasa Inggris ditunjukkan dalam gambar.

Comments

Popular posts from this blog

Algoritma Playfair Chiper

A. Sejarah Singkat Playfair Algoritma ini sempat ditolak oleh Kantor Luar Negeri Inggris karena dirasa terlalu rumit untuk digunakan, tetapi Wheatstone menampiknya dan memberitahukan jika saat dia mengajarkan kepada anak laki-laki di sebuah sekolah, 3 dari 4 anak mampu memahaminya dalam waktu 15 menit saja.

Metode Grafik

Dalam menyelesaikan sistem persamaan linear terdapat beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya metode grafik. Metode grafik digunakan untuk penyelesaian PL apabila variabel keputusan terdiri dari 2 variabel objektif X1 dan X2 .